Dalam Rangka Memperingati Tahun Peringatan ke-700
Pusat Propagasi Nichiren, 1994
Nichiji Shonin
Seorang Misionaris Besar
Tujuh tahun perjalanan terasa
seperti mimpi semalam,
Perjalanan misionaris tanpa henti
Ke Timur dan Barat dan Timur
Berlatar rembulan, seekor burung - tolong!
terbanglah seribu mil,
Sampaikan isi hatiku pada guruku
yang kucintai hingga akhir hayatnya.
[Anotasi]
Sudah 7 tahun sejak saya meninggalkan Jepang. Dengan harapan agar semua orang menerima keselamatan Buddha, melalui ajaran Nichiren Shonin, saya telah berjalan ke Barat dan ke Timur, tetapi bagi saya ini terasa seperti mimpi semalam.
Malam ini, Rembulan bersinar indah. Lihat! Burung-burung berkicau berlatarkan Rembulan dan terbang menjauh. Tolong terbanglah 1.000 mil dan sampaikan laporan kepada Nichiren Shonin di makamnya di Gn. Minobu bahwa saya bekerja sangat keras dalam pekerjaan misionaris saya dengan kesehatan yang baik.
Puisi ini diyakini ditulis oleh Nichiji Shonin, salah satu dari Enam Murid Senior Nichiren Shonin. Pada bulan Oktober 1282, di ranjang kematiannya, Nichiren Shonin memilih Enam Murid Senior untuk menjaga Sangha Nichiren setelah kematiannya. Mereka adalah Nissho Shonin, Nichiro Shonin, Nikko Shonin, Niko Shonin, Niccho Shonin, dan Nichiji Shonin.
Untuk mewujudkan keinginan Nichiren Shonin, "Semoga semua umat memeluk Sutra Teratai di bawah langit dan di antara empat lautan," Nichiji Shonin meninggalkan Shizuoka pada usia 46 tahun pada 1295 dan melakukan perjalanan ke negara Manchuria dan Tiongkok. Namun, kami tidak yakin dengan jejak langkahnya sampai setengah abad yang lalu ketika beberapa barang antik yang diyakini sebagai milik Nichiji Shonin, ditemukan di Senka, Tiongkok. Benda-benda ini dinamakan "reliqui (Nichiji Shonin) dari Senka, Tiongkok".
Puisi ini merupakan salah satu di antara benda-benda yang disumbangkan ke Kuil Kuonji Gn. Minobu pada tahun 1987.
Benda-benda tersebut adalah:
- Gulungan Mandala yang ditulis oleh Nichiren Shonin
- Gambar Nichiren Shonin
- Odaimoku yang ditulis oleh Nichiji Shonin
- Cangkir yang terbuat dari perak
- Sutra Kegon
- Wadah Dupa
- Kotak obat
- Kotak dupa
- Pembungkus kain krep
Meskipun masih ada beberapa pertanyaan pada beberapa benda apakah itu benar-benar miliknya, banyak benda yang menjadi bukti kuat bahwa Nichiji Shonin menghabiskan paruh kedua hidupnya di Tiongkok sebagai praktisi Sutra Teratai.
Ketika kita membaca puisi ini, kita dapat melihat bahwa pikirannya selalu tertuju pada Gn. Minobu dan kerinduannya untuk bersama gurunya, Nichiren Shonin. Kapan pun ia menghadapi kesulitan di barat atau timur, ia akan memohon kepada gurunya atas penderitaannya dan meminta petunjuk yang baik. Mengingat gurunya adalah sebuah dorongan yang baik dan itu membuatnya melanjutkan perjalanan misionarisnya yang penuh semangat. Kita bisa membayangkan sosoknya dalam puisi ini.
Ketika Nichiji Shonin menghadiri upacara peringatan tahun ke-13 Nichiren Shonin pada 13 Oktober 1294, ia membuat laporan di lokasi makam gurunya, mengenai tekadnya untuk pergi ke negara asing dan menyebarkan Sutra Teratai.
Pada tanggal 1 Januari 1295, setelah menyelesaikan doa Tahun Baru, ia mengumpulkan murid dan pengikutnya lalu menyatakan tekadnya. Pada saat itu, beberapa orang mengatakan kepadanya bahwa itu adalah rencana yang gegabah, sementara yang lain ingin pergi bersamanya. Menanggapi mereka, ia berkata, "Saya ingin menyelamatkan negara lain dan saya ingin mengabdikan diri pada Buddha dan guru saya. Tidak ada yang akan menghentikan saya. Saya tidak akan menyesali perjalanan ini bahkan jika saya menjadi umpan ikan besar di Tiongkok".
Maka ia memulai tur misionarisnya seorang diri, hanya membawa satu topi payung, tongkat peziarah Buddha, tasbih, dan keyakinannya pada perlindungan Buddha. Ia melakukan perjalanan ke Hokkaido pada bulan Juni dan tiba di Benua Asia dengan menyeberangi Laut Jepang.
Kami tidak yakin rute mana yang ia ambil. Menurut buku kuno Tiongkok, "Tennei kakuji" dikatakan:
"Seorang pendeta dari Timur bernama Nichiji melintasi Tembok Besar dan tiba di Ibu Kota Koheifu. Ia mengkhotbahkan sutra Teratai dan nama harum dupanya terdengar hingga jarak yang jauh". Jadi, kami percaya bahwa ia datang dari Manchuria ke Tiongkok dengan menyeberangi Tembok Besar. Catatan lain di Kuil Ryukoji di Tiongkok menunjukkan bahwa ia menerima undangan dari seorang Kaisar Tiongkok bersama pendeta Tiongkok terkenal lainnya dan ia memberikan khotbah yang agung di istana.
Ia juga bekerja sama dengan kaisar untuk mengusir Lamaisme yang merusak istana. Pada saat ini, ia hampir dibunuh oleh lawan-lawannya. Kemudian ia meninggalkan istana tersebut dan memutuskan untuk pergi ke Mongolia, yang masih merupakan kekuatan besar di Asia dan Eropa Timur pada masa itu.
Mongolia sangatlah jauh. Setelah melintasi gurun Gobi yang besar, ia tiba di Ibu Kota Karakorum dekat Ulan Bator dan mendirikan Kuil Hokke Musim Panas dan Musim Dingin, menurut "Waneiro Soran". Ia berhasil dalam misinya ini, tetapi ia masih belum puas dengan kesuksesan ini dan menuju ke Barat. Namun, kami tidak mengetahui perjalanannya setelah itu.
Pada 14 November 1987, Uskup Shingaku Oikawa, yang saat itu adalah presiden Asosiasi Promosi Propagasi Luar Negeri Nichiren Shu, memediasi untuk menyumbangkan barang-barang milik Nichiji Shonin ke Gn. Minobu. Beliau berkata, "Sekarang Nichiren Shonin dan Nichiji Shonin akhirnya dapat bertemu. Nichiren Shonin akan mengakui usahanya dengan berkata 'Bagus sekali! Bagus sekali!' Ketika saya mendapat kehormatan untuk melihat kertas-kertas tua yang rapuh, sebagian sobek, dan beberapa karakter yang memudar pada benda-benda kuno tersebut, saya merasa seolah-olah beliau masih bekerja keras dalam pekerjaan misionaris bahkan hingga hari ini. Hari ini, barang-barang milik orang suci besar ini akan disimpan di Gn. Minobu selamanya. Saya pikir Nichiji Shonin akan senang mengetahui bahwa barang-barangnya ditempatkan di Rumah Harta Gn. Minobu, di mana semua orang memiliki kesempatan untuk melihat benda-benda ini. Dengan melihat mereka, kita, umat Buddha Nichiren di zaman modern, akan menerima perasaan kekuatan dan sukacita yang besar, untuk upaya kita sehari-hari dalam menyebarkan Sutra Teratai".
Nichiji Shonin adalah seorang pemuka agama agung. Kami mengaguminya atas upayanya yang luar biasa. Karena kami tidak mengetahui tanggal kematiannya, Nichiren Shu menetapkan 1 Januari 1295, hari keberangkatannya dari Shizuoka sebagai hari peringatannya. Oleh karena itu, Nichiren Shu memperingati tahun peringatan ke-700 Nichiji Shonin pada tahun 1994 dan memberikan penghormatan kepada pendeta besar yang terus berjalan untuk menyebarkan Sutra Teratai dengan mengabdikan seluruh hidupnya.